Pasca Rusuh PSIM v Persis, Sultan ancam hentikan Sepak Bola di Yogyakarta

By | Oktober 31, 2019

Laga pamungkas antara PSIM Yogyakarta kontra Persis Solo yang berlangsung pada Senin (21/10) silam diwarnai kericuhan, mulai dari aksi anarkis suporter PSIM yang tidak puas tim kesayangannya harus kalah serta aksi intimidasi yang dilakukan oleh pemain tuan rumah, Hisyam Tolle terhadap salah satu wartawan yang meliput jalannya pertandingan. Hal ini membuat kecewa Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang mengancam untuk menghentikan aktivitas sepak bola di Yogyakarta.

Seperti dilansir situs berita bola Indonesia, Bola Nusantara, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut mengaku sangat kecewa dengan apa yang terjadi di Stadion Mandala Krida pada pertandingan PSIM v Persis. Beliau bahkan tengah mempertimbangkan untuk tidak memberikan izin bagi pertandingan sepak bola di Yogyakarta.

“Kalau rusuh seperti ini, bukan sepakbola yang kita tonton, tapi pertunjukan kekerasan yang tidak beradab itu yang jadi tontonan,” ujarnya kepada wartawan.

“Ya lebih baik tidak ada sepak bola di Yogya, karena hanya akan membangun orang yang tidak beradab, saya pun akan berpikir jika Mandala Krida dipakai (lagi),” sambungnya.

Dalam pertandingan yang diwarnai dua kartu merah tersebut, PSIM Yogyakarta harus mengakui keunggulan Persis Solo sekaligus menggagalkan harapan tuan rumah untuk promosi ke Liga 1 2020.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *